Hacker telah mencuri sebanyak $ 1 Miliar atau sekitar Rp 12,7 triliun dari lebih dari 100 bank dan perusahaan keuangan lainnya di hampir 30 negara, sehingga ini merupakan serangan paling canggih sampai saat ini.
Kisah Carbanak dimulai ketika sebuah bank dari Ukraina meminta pihak Kaspersky untuk membantu dengan penyelidikan digital forensik. Uang yang misterius dicuri dari ATM. Pikiran awal cenderung tertuju ke arah malware Tyupkin. Namun, setelah menyelidiki hard disk dari sistem ATM, pihak Kaspersky tidak bisa menemukan apa-apa kecuali konfigurasi VPN yang agak aneh (netmask diset menjadi 172.0.0.0).
Sebuah penyelidikan oleh Kaspersky Lab, sebuah perusahaan cybersecurity asal Rusia, menegaskan bahwa itu bukan masalah komputer di bank melainkan sistem internal bank yang telah disusupi oleh malware yang akan mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh karyawan bank. Malware jahat menyusupr sistem perbankan selama berbulan-bulan, dan mengcapture proses kerja karyawan, mengirimkan kembali video feed untuk hacker.
Dengan cara ini, para penjahat siber dapat mempelajari kebiasaan karyawan bank yang melakukan transaksi atau transfer uang.


